Akademi Komunitas Indonesia dimaksudkan untuk merangkum informasi yang berhubungan dengan Perkembangan Akademi Komunitas Indonesia dan sebagai sumber Informasi Pendidikan Umum serta Jaringan Komunikasi bagi administrator sekolah, para pendidik dan para peminat lainnya.

Akademi Komunitas, Alternatif Pendidikan Kaum Muda di Daerah

Sebagai awal pemerintah rencananya mendirikan 20 AK percontohan di beberapa kota. Namun di satu sisi, rencana ini juga banyak dipertanyakan. Mulai 2012, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan merintis pendirian Akademi Komunitas (AK) di daerah-daerah, untuk pengembangan di jalur pendidikan vokasi atau kejuruan.

Mendikbud: Ada Tiga Sasaran Pendirian Akademi Komunitas

JAKARTA, (PRLM).- Pendirian Akademi Komunitas (AK) yang sedang digarap oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merupakan perluasan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Keberadaan SMK sebagai pendidikan vokasi akan didorong dengan AK. AK nantinya juga akan saling melengkapi dengan politeknik. ?Ada tiga sasaran pendirian AK. Pertama, AK bertujuan untuk meningkatkan kualitas ketenagakerjaan.

Ini Penjelasan Mendikbud Soal Akademi Komunitas

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mendirikan Akademi Komunitas (AK) Negeri di 20 kabupaten/kota di Indonesia. Mendikbud, M Nuh, mengatakan AK adalah bagian dari amanat Undang-Undang Pendidikan Tinggi (UU Dikti). AK bertujuan penguatan pendidikan vokasi dan mendongkrak Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi. Masing-masing mahasiswa yang selesai menempuh program pendidikan ini akan mendapat gelar setara dengan D1 atau D2.

Akademi Komunitas Dinilai Ancam PTS

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) Suyatno mengatakan, keberadaan akademi komunitas (AK) akan mengancam eksistensi perguruan tinggi swasta (PTS). Suyatna khawatir, PTS akan kekurangan peminat karena calon mahasiswa berbelok memilih AK. Menurutnya, calon mahasiswa tentu akan lebih tertarik pada AK karena waktu belajar yang lebih singkat dan praktis... "Pengaruhnya tentu ada, PTS akan sepi peminat karena semua akan masuk AK yang lebih praktis"

Prestasi Non-akademik Kurang Dihargai

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekolah belum punya tradisi mengakui, menghargai, dan mengembangkan bakat non-akademik siswa. Bahkan, sekolah kerap tak mendukung prestasi itu, seperti bidang kesenian dan olahraga. Oleh karena itu, sekolah didesak mengubah pola pikir, terutama sekolah negeri yang dinilai kurang memiliki model kepemimpinan yang baik.

Kemdikbud Akui RSBI Ciptakan Kasta

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Suyanto tak menampik kritikan keras berbagai pihak yang menilai bahwa keberadaan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) menciptakan kastanisasi di dunia pendidikan. Kritikan ini dilayangkan karena mahalnya biaya masuk sekolah berlabel RSBI, yang hanya mampu dija...

Segera Revisi Konsep RSBI

SURABAYA, KOMPAS.com - Konsep rintisan sekolah bertaraf internasional harus segera direvisi. Langkah ini harus dilakukan setelah pemerintah melakukan evaluasi, ternyata dari 1.305 RSBI, tak satu pun yang layak dikembangkan menjadi sekolah bertaraf internasional.

Seluruh RSBI Belum Layak Jadi SBI

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Suyanto mengakui, seluruh Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang ada saat ini, belum layak untuk ditingkatkan menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

Apa Pun Kondisinya, Rehabilitasi Sekolah Harus Selesai!

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Suyanto mengatakan, kementerian menyelesaikan rehabilitasi sekolah rusak yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2011. Meskipun, hingga saat ini, Kementerian Keuangan belum memutuskan apakah sisa APBN-P tersebut ...

Guru: Menyongsong 2012 Tanpa Gairah

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) menilai, secara umum kebijakan pendidikan sepanjang tahun 2011 masih trial and error serta hit and run. Tidak ada skema kebijakan yang matang untuk diterapkan.

Decentralized Basic Education 3 (Inovasi Pendidikan)

Decentralized Basic Education Three (DBE3) adalah program lima tahun yang dirancang untuk menunjang peningkatan pendidikan dasar terdesentralisasi yang bermutu dan relevan di Indonesia. Sejak dicanangkan di tahun 2005, DBE3 telah bekerja bersama pemerintah daerah, sektor swasta, kelompok masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya untuk meningkatka...

Managing Basic Education (MBE)

Selamat datang di situs Program Managing Basic Education (MBE), Pengelolaan Pendidikan Dasar. Salah satu tujuan penting dari homepage ini adalah menginformasikan dan membantu sekolah-sekolah yang tidak disentuh oleh program MBE (Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), Pelajaran Aktif, Kreatif, Efektif yang Menyenangkan (PAKEM) dan Peran Serta Masyarakat ...

Is it Time to Exchange Skinner's Teaching Machine for Dewey's Toolbox? - Teknologi Pendidikan

Traditional approaches to instructional design assume that knowledge is independent of the situations in which it is learned and used. More recent research on learning in everyday situations and different cultural settings suggests the knowledge is not an independent phenomena, but situated in the activity, context and culture in which it is develo...

Akademi Komunitas Indonesia

Website Akademi Komunitas Indonesia ini dimaksudkan untuk merangkum informasi yang berhubungan dengan perkembangan akademi komunitas dan pendidikan yang terjadi dan untuk menyajikan sumber umum serta jaringan komunikasi forum bagi administrator akademi komunitas dan sekolah, para pendidik dan para peminat lainnya.


"Ini Penjelasan Mendikbud Soal Akademi Komunitas"

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mendirikan Akademi Komunitas (AK) Negeri di 20 kabupaten/kota di Indonesia. Mendikbud, M Nuh, mengatakan AK adalah bagian dari amanat Undang-Undang Pendidikan Tinggi (UU Dikti). AK bertujuan penguatan pendidikan vokasi dan mendongkrak Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi. Masing-masing mahasiswa yang selesai menempuh program pendidikan ini akan mendapat gelar setara dengan D1 atau D2.

Nantinya, kedua puluh akademi negeri itu menjadi percontohan atau model bagi AK swasta yang didirikan oleh masyarakat. AK negeri pertama akan didirikan di kampung halaman Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono di Pacitan, Jawa Timur, 9 September mendatang. AK yang didirikan dengan total biaya mencapai Rp 50 miliar ini akan berfokus pada bidang otomotif, pertanian, teknologi informasi, dan perhotelan. Membaca berita lengkap...


Tetapi, "Akademi Komunitas Dinilai Ancam PTS"

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) Suyatno mengatakan, keberadaan akademi komunitas (AK) akan mengancam eksistensi perguruan tinggi swasta (PTS). Suyatna khawatir, PTS akan kekurangan peminat karena calon mahasiswa berbelok memilih AK.

Menurutnya, calon mahasiswa tentu akan lebih tertarik pada AK karena waktu belajar yang lebih singkat dan praktis. Dalam satu atau dua tahun saja, mahasiswanya sudah bisa meraih gelar D1 atau D2, sementara program S1 yang rata-rata dibuka oleh PTS harus ditempuh dengan waktu belajar yang lebih lama.

"Pengaruhnya tentu ada, PTS akan sepi peminat karena semua akan masuk AK yang lebih praktis", katanya, kapada Kompas.com, Sabtu (25/8/2012), di Jakarta.

Namun demikian, Rektor Universitas Dr Hamka (Uhamka) Jakarta ini juga mengakui keunggulan AK. Selain praktis, AK juga akan membuka akses pendidikan tinggi dan lebih menggiurkan karena berorientasi pada dunia pekerjaan. Lulusan AK, lanjutnya, mudah diserap oleh tenaga kerja. Membaca berita lengkap...


Sejarah Akademi Komunitas

Google Translation:
"Akademi Komunitas (Community Colleges) melanjutkan tradisi pendidikan orang dewasa, yang didirikan di Australia sekitar pertengahan abad ke 19 ketika kelas malam diadakan untuk membantu orang dewasa meningkatkan berhitung dan keterampilan keaksaraan. Hari ini, program yang dirancang untuk pengembangan pribadi individu dan / atau untuk hasil kerja. Program pendidikan mencakup berbagai topik seperti seni, bahasa, bisnis dan gaya hidup, dan biasanya timetabled akan dilakukan di malam hari atau akhir pekan untuk mengakomodasi orang-orang yang bekerja penuh waktu. Pendanaan untuk Akademi Komunitas dapat berasal dari hibah pemerintah dan biaya kursus, dan Akademi Komunitas paling tidak-untuk organisasi nirlaba. Ada komunitas Akademi Komunitas yang terletak di lokasi metropolitan, regional dan pedesaan Australia.

Belajar yang ditawarkan oleh Akademi Komunitas telah berubah selama bertahun-tahun. Pada tahun 1980-an banyak Akademi Komunitas telah mengakui kebutuhan masyarakat untuk pelatihan komputer dan sejak itu ribuan orang telah up-terampil melalui kursus IT. Sebagian besar Akademi Komunitas oleh akhir abad 20 juga menjadi Organisasi Pelatihan Terdaftar, mengakui perlunya untuk menawarkan individu yang memelihara, non-tradisional tempat pendidikan untuk mendapatkan keterampilan yang lebih baik akan mempersiapkan mereka untuk kerja dan lowongan pekerjaan potensial Kualifikasi. seperti gelar sarjana dan lebih tinggi tidak ditawarkan di Akademi Komunitas, meskipun beberapa Akademi Komunitas melakukan program sertifikat tawaran I sampai IV" Membaca berita lengkap...


Beberapa Konsern Kami

Kita sudah coba melaksanakan Manajemen Berbasis-Sekolah (MBS) yang mempunyai banyak karakteristik seperti Akademi Komunitas (membentuk pendidikan sesuai kebutuhan lingkungan), dan kayaknya sampai sekarang gagal diimplementasikan secara luas dan efektif sejak tahun 90an.

Kalau Akademi Komunitas akan membantu menghadapi isu "pengangguran" secara signifikan itu akan sangat tergantung mutu-nya SDM yang membentukkan kurikulum daerah dan melaksanakan program-nya.

Yang sangat penting kalau Akademi Komunitas dapat berhasil adalah mutu-nya penelitian di daerah masing-masing supaya tahu "Kebutuhan Yang Sebernaya", bukan hanya berbasis-perasaan.

Yang disebut Pak Gatot (SEAMOLEC) "praktisi akan menjadi instruktur" betul menunjukkan kemajauan dalam mutu pendidikan, dan semoga itu dapat mulai dilaksanakan di semua kampus di seluruh Indonesia.

Sudah waktunya untuk yang ahli dan berpengalaman digunakan sebagai guru/dosen daripada kita mengulankan pendidikan hafalan yang kurang terkait dengan keadaan dan kenyataan di lapangan (kurang kontekstual dan relevan).

Barangkali konsern utama kami adalah "Korupsi terjadi di semua tingkatan dari Depdiknas, dinas pendidikan, hingga sekolah" yang dapat menggagalakan tujuan utama "kedua puluh akademi negeri itu menjadi percontohan atau model" - Jadi, sebagai "percontohan atau model" apa sebetulnya?

"Korupsi Dana Pendidikan, dari Dinas hingga Sekolah"

"Ade Irawan, Koordinator Monitoring Pelayanan Publik ICW mengatakan, bahwa korupsi yang terjadi dari Depdiknas hingga ke sekolah-sekolah sangat memprihatin. Penyelewengan dana pendidikan bisa menghambat upaya untuk mempercepat kemajuan pendidikan di Tanah Air."

Semoga Akademi Komunitas tidak hanya seperti sekolah RSBI
"RSBI Itu Cuma Proyek Pemerintah!"







Isu-Isu Lain Terkait Mutu Pendidikan Kita

Kami Sedang (dalam proses) Menulis Isi-nya Untuk Sektor Pendidikan Masing-masing.

PAUDSDSMPSMASMKPT
Pendidikan Berbasis-Pendidikan
Bukan Berbasis-Ilusi


Guru BerkualitasPerpustakaan : Jantung Pembelajaran
Tujuan PendidikanKurikulumMetodologi & Strategi
Aman & Nyaman : Suasana KondusivePeraga & Teknologi Pendidikan


Bagaiamana Dengan Isu-isu Penting Selain Memberantas Korupsi?
Apakah Kebijakan KemDikBud Mencerminkan Kebutuhan Kita?

1. Kapan Semua Sekolah akan Aman, Nyaman dan Kondusif, dengan Fasilias Yang Memadai?

2. Apa Metodologi Pembelajaran yang Standar Nasioanl? Apakah Tujuan Pendidikan Kita Jelas?

3. Bagaimana dapat Memberdayakan Guru-Guru dan Meningkatkan Kemampuan Guru Secara Nasional?

4. Dengan Ribuan Sekolah Yang Rusak, Mengapa Membuat Program RSBI/SBI? Keadilan?

5. Mata Pelajaran ICT Adalah Penting Untuk Semua Pelajar. Apa Strategi Nasional Untuk Mencapaikan Tujuan Kemendiknas "Satu Komputer untuk 20 Siswa" (1:20) pada Tahun 2015 (Sekarang 1:2.000)?

6. Pembelajaran Berbasis-ICT Tidak Cocok, Rialistik atau Mengarah ke Pendidikan yang Bermutu:


Mailing List Pendidikan Network
Mailing List Home
Search Pendidikan Network

powered by FreeFind

Situs ini Dibuat 31 Agustus, 2012
Copyright © 2012


Selamat Datang Di Pojok Anti Korupsi IndonesiaSelamat Datang Di Sekolah Ambruk Kita
Selamat Datang Di Pendidikan Network Indonesia


Marine Engineering?

Situs Engineer Maritim

Peneliti Ilmu Marine?


Belajar Penerbangan?

Pendidikan Penerbangan

Air Traffic Control?

ATC Jakarta

Mekanik Pesawat?


Industri Perairan?


Industri Tourism?


Keterampilan Gratis?

Keterampilan Yang Menarik Yang Berpusat Pelajar

Hobi Menjadi Bisnis?

Hobi Menjadi Bisnis

Membuka Telecenter?


Membuka Warnet?


Masuk Dunia Pers?

Dunia Pers Indonesia

Karir Perempuan?


Bisnis dan Pendidikan?


Situs-Situs Lain Kami

Sains.TV
TV Pendidikan
Mad Scientist
Pojok SiswaPojok Guru

Pendidikan Luar Negeri


Enter University

E-MajalaH Online

E-MajalaH Online

Chat dan Saran Anda